Bimtek Bahasa Inggris Guru ke Yogyakarta Disorot, Biaya Rp5,5 Juta Disebut Pakai Uang Pribadi

Banyuasin, Suarana.id — Perkembangan program Professional English Training (PET) Goes to Yogyakarta bagi guru sekolah dasar di Kabupaten Banyuasin kembali menjadi sorotan. Hasil penelusuran ke sejumlah sekolah di Kecamatan Muara Telang, Selasa (27/10/2026), mengungkap informasi mengenai keberangkatan peserta, biaya pelatihan, hingga mekanisme keikutsertaan guru dalam program tersebut.
Dari penelusuran di SDN 20, SDN 15, SDN 18, dan SDN 2, diperoleh sejumlah keterangan terkait pelaksanaan kegiatan peningkatan kemampuan bahasa Inggris bagi tenaga pendidik tersebut.
Yuli, staf tata usaha (TU) SDN 15, menjelaskan bahwa masih terdapat tahapan berikutnya bagi guru yang ingin mengikuti kegiatan di Yogyakarta. Menurut keterangannya, pada gelombang pertama sudah ada tujuh orang berikut kepala sekolah SD 15 yang berangkat.
Ia juga membenarkan informasi mengenai biaya sebesar Rp5,5 juta untuk setiap peserta yang disebut menggunakan uang pribadi. Menurut Yuli, biaya tersebut berkaitan dengan kegiatan sertifikasi tenaga pengajar.
Namun, mekanisme pembiayaan tersebut turut memunculkan pertanyaan dari kalangan pendidik.
Seorang guru SMP negeri di wilayah tersebut menyoroti penggunaan uang pribadi untuk mengikuti kegiatan pelatihan. Ia membandingkannya dengan pengalaman pelatihan yang selama ini diikutinya.
“Biasonyo kalu kami pelatihan ke Palembang itu dari dana BOS,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu catatan dalam penelusuran ini. Meski demikian, mekanisme pembiayaan program PET Goes to Yogyakarta masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak penyelenggara maupun instansi pendidikan terkait.
Dua Guru SDN 18 Ikut, Plt Kepala Sekolah Tidak Berangkat
Sementara itu, Ahmad, Plt. Kepala SDN 18, mengungkapkan bahwa dirinya tidak ikut berangkat dalam kegiatan tersebut. Namun, ia membenarkan bahwa dua orang guru dari sekolah yang dipimpinnya mengikuti bimtek bahasa Inggris ke Yogyakarta.
Saat ditanya mengenai alasan ketidakikutsertaannya serta kemungkinan adanya kendala, Ahmad belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut. Ia menyarankan agar media mengonfirmasi persoalan tersebut kepada koordinator Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) di Kecamatan Muara Telang.
Koordinator Disebut Pensiun, Konfirmasi Masih Diperlukan
Upaya memperoleh penjelasan dari pihak koordinator Disdikbud Kecamatan Muara Telang juga dilakukan. Budiyono, S.Pd., yang sebelumnya menjabat sebagai koordinator, saat dihubungi melalui telepon dan WhatsApp menyampaikan bahwa dirinya sudah tidak lagi menjabat karena telah pensiun.
Sementara itu, nomor kontak koordinator pengganti belum diperoleh hingga berita ini disusun. Akibatnya, upaya meminta keterangan lebih lanjut mengenai mekanisme program, pembiayaan, dan tahapan keberangkatan peserta masih memerlukan tindak lanjut.
Di sisi lain, Lia, seorang guru SDN 20, membenarkan bahwa empat orang guru beserta kepala sekolah dari sekolah tersebut telah berangkat ke Yogyakarta pada Sabtu siang.
Perlu Penjelasan Terbuka
Beragam keterangan yang dihimpun menunjukkan bahwa program PET Goes to Yogyakarta telah diikuti sejumlah tenaga pendidik dari sekolah-sekolah di Kecamatan Muara Telang. Namun, informasi mengenai pembiayaan sebesar Rp5,5 juta per peserta, sumber dana yang digunakan, serta mekanisme pelaksanaan program masih perlu diperjelas oleh pihak terkait.
Keterangan resmi dari penyelenggara program dan Disdikbud Kabupaten Banyuasin diperlukan agar masyarakat memperoleh gambaran utuh mengenai tujuan kegiatan, komponen biaya, serta ketentuan yang berlaku bagi peserta.
Media tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak penyelenggara, Disdikbud, maupun pihak terkait lainnya guna melengkapi pemberitaan secara berimbang.
Dadit Junaidi




