Sorotan Puskesmas Daya Utama Kian Memanas, Warganet Desak Pemeriksaan

Banyuasin, Suarana.id โ€” Sorotan terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Daya Utama, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kian memanas. Beragam komentar dan keterangan baru bermunculan di media sosial TikTok, menyusul viralnya pemberitaan mengenai dugaan ketidakberesan pelayanan obat bagi pasien BPJS Kesehatan.

 

Terpantau melalui akun TikTok @Dadit71, sejumlah warganet menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka terkait pelayanan di fasilitas kesehatan tersebut.

 

Sepriadi Pratama, seorang aktivis lingkungan Kabupaten Banyuasin, melalui akun #Apoujiku menyatakan bahwa persoalan tersebut telah disampaikan kepada Dinas Kesehatan dan Inspektorat Kabupaten Banyuasin pada Kamis (5/11/2026).

 

“Sudah kita sampaikan dgn dinas kesehatan dan ispektorat ketuo,” tulisnya dalam pesan tersebut.

 

Menariknya, kolom komentar unggahan tersebut terus dibanjiri berbagai tanggapan. Sejumlah akun bahkan menilai bahwa persoalan yang mencuat tidak cukup hanya berhenti pada kasus seorang pasien BPJS yang sebelumnya mengaku harus mengeluarkan biaya untuk pembelian obat selama menjalani rawat inap.

 

Akun @partyni Wahyudi, misalnya, menilai masih banyak pihak yang patut diperiksa terkait pelayanan di Puskesmas Daya Utama.

 

“Hehehe baru tau ya… ini baru satu orang coba di periksa LG untuk petugas stanting nya..kadisnya..dan yg bersangkutan di puskesmas itu,” tulis akun tersebut.

 

Komentar lain datang dari akun @๐Ÿ’ซnol,koma๐Ÿ’ซ yang menyampaikan bahwa persoalan tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut.

 

“Perlu di usut,” tulisnya.

 

Senada, akun @husni juga mendorong agar pengungkapan dugaan ketidakberesan pelayanan di Puskesmas Daya Utama terus dilanjutkan.

 

“Lanjut kan,” tulis akun tersebut.

 

Sementara itu, akun @๐ŸŒŸ๐ŸŒŸBintang๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ memberikan pandangan berbeda dengan menegaskan bahwa fasilitas kesehatan tidak seharusnya dipandang sebagai pihak yang bermasalah, melainkan perlu melihat kemungkinan adanya persoalan pada individu tertentu.

 

“Mas…

Puskesmasnya itu nggak bermasalah

Tapi yang bermasalah itu orang orangnya….

Semoga untuk kedepannya masyarakat bisa tenang nyaman dan aman untuk berobat ke puskesmas daya utama…” tulisnya.

 

Beragam komentar tersebut menunjukkan bahwa persoalan pelayanan kesehatan di Puskesmas Daya Utama kini menjadi perhatian masyarakat. Namun, berbagai pernyataan yang beredar di media sosial tersebut masih berupa pendapat dan klaim warganet yang perlu ditelusuri serta diverifikasi lebih lanjut.

 

Sebelumnya, polemik ini mencuat setelah keluarga pasien BPJS Kesehatan mengaku harus mengeluarkan uang hingga Rp350 ribu untuk pembelian obat selama tiga hari menjalani rawat inap di Puskesmas Daya Utama.

 

Hingga berita ini diterbitkan, persoalan tersebut masih menjadi sorotan. Klarifikasi dari pihak Puskesmas Daya Utama maupun instansi terkait diperlukan untuk memastikan duduk perkara dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

 

Dadit Junaidi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup