56 Peserta PET Goes to Yogyakarta Jadi Sorotan, Biaya Disebut dari Uang Pribadi

BANYUASIN, Suarana.id – Program Professional English Training (PET) Goes to Yogyakarta menjadi sorotan setelah beredarnya dokumen pembaruan peserta tertanggal 19 Oktober 2026 yang memuat 56 nama tenaga pendidik beserta asal sekolah masing-masing.
Dokumen yang diterbitkan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara tersebut mencantumkan sejumlah tenaga pendidik dari sekolah dasar di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Di antaranya berasal dari SDN 15, SDN 6, dan SDN 19 Air Salek, serta beberapa satuan pendidikan di Kecamatan Muara Telang dan Muara Sugihan.
Program tersebut menjadi perhatian di tengah upaya awak media memperoleh penjelasan mengenai tujuan kegiatan, jadwal pelaksanaan, mekanisme pembiayaan, serta keterlibatan tenaga pendidik yang tercantum dalam dokumen peserta.
Kepala SDN 19 Air Salek, Srimujiati, S.Pd.SD., M.Pd., memberikan keterangan melalui WhatsApp setelah sebelumnya awak media berupaya menemui dirinya di sekolah.
Ia menjelaskan, perjalanan menuju Yogyakarta dilakukan menggunakan bus. Kegiatan tersebut, menurutnya, bertujuan meningkatkan kompetensi bahasa Inggris para guru.
“Perjalanan Palembang–Yogya via bus, bimtek bertujuan meningkatkan kompetensi bahasa Inggris para guru, semua biaya yang dibutuhkan pada kegiatan tersebut menggunakan uang pribadi,” terangnya saat dikonfirmasi media, Sabtu (24/10/2026).
Srimujiati juga menegaskan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan tersebut tidak bersifat wajib dan hanya diperuntukkan bagi tenaga pendidik yang bersedia mengikuti program.
“Ini juga tidak dipaksa. Hanya bagi yang mau,” tulisnya.
Biaya Rp5,5 Juta Disebut Mencakup Pelatihan hingga Wisata
Saat dikonfirmasi mengenai jadwal pelaksanaan dan biaya kegiatan, Srimujiati menyebut program berlangsung pada 24–28 Oktober 2026 dengan biaya sekitar Rp5,5 juta per peserta.
“24 sampai 28. 5.500. Tinggal bawa badan. Pelatihan, sertifikat, hotel, makan, wisata,” tambahnya.
Berdasarkan keterangan tersebut, biaya yang disebutkan mencakup pelatihan, sertifikat, penginapan, konsumsi, dan wisata.
Namun, rincian komponen biaya, mekanisme pembayaran, serta dasar penetapan tarif tersebut belum diperoleh secara lengkap.
Penjelasan lebih lanjut dari pihak penyelenggara diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui secara utuh struktur pembiayaan dan fasilitas yang diberikan kepada peserta.
Makarti Jaya Belum Mengikuti Tahap Pertama
Sementara itu, Koordinator Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kecamatan Makarti Jaya, Munadi, S.Pd., M.Pd., memastikan bahwa tenaga pendidik di wilayahnya belum mengikuti program tersebut pada tahap pertama.
Menurut Munadi, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan sejumlah kondisi, termasuk cuaca, aktivitas pertanian masyarakat, serta kebutuhan sekolah untuk tetap memantau kegiatan belajar mengajar.
“Makarti Jaya untuk tahap satu belum berpartisipasi, Pak Jun, mengingat banyak pertimbangan,” ungkapnya.
Ia kemudian menjelaskan empat pertimbangan yang menjadi dasar keputusan tersebut.
Pertama, kondisi cuaca yang belum stabil. Kedua, lahan kebun dan persawahan masyarakat yang mengalami kekeringan. Ketiga, kepala sekolah memiliki kewajiban memantau kondisi siswa dan guru. Keempat, pihaknya mengusulkan agar narasumber pelatihan didatangkan langsung ke Kabupaten Banyuasin.
“Rekomendasi kami mengharapkan narasumbernya didatangkan ke Banyuasin. Itu lebih efektif,” tambahnya.
Sejumlah Kepala Sekolah Belum Memberikan Keterangan
Dalam penelusuran ke sejumlah sekolah dasar negeri di Kecamatan Air Salek, awak media juga berupaya meminta konfirmasi kepada kepala sekolah yang namanya tercantum dalam dokumen peserta.
Kepala SDN 15 Air Salek, Pujianto, S.Pd., M.Pd., belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi media hingga berita ini disusun.
Hal serupa terjadi pada Kepala SDN 6 Air Salek, Siti Soleha, S.Pd., yang belum memberikan keterangan mengenai keikutsertaan tenaga pendidik dari sekolahnya dalam program PET Goes to Yogyakarta.
Sementara itu, berdasarkan keterangan yang diperoleh di SDN 8 Air Salek, sejumlah guru menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada tenaga pendidik dari sekolah tersebut yang dapat mengikuti kegiatan dimaksud karena padatnya agenda yang telah terjadwal.
Keterangan tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak sekolah untuk memastikan status keikutsertaan tenaga pendidik dalam program tersebut.
Penyelenggara dan Disdikbud Diminta Berikan Penjelasan
Untuk memperoleh informasi yang utuh dan berimbang, Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara selaku penerbit dokumen peserta serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyuasin diharapkan memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan program PET Goes to Yogyakarta.
Sejumlah hal yang perlu diperjelas di antaranya tujuan dan materi pelatihan, mekanisme perekrutan peserta, rincian biaya, fasilitas yang diberikan, serta bentuk koordinasi dengan satuan pendidikan dan instansi terkait.
Selain itu, apabila pembiayaan kegiatan menggunakan uang pribadi peserta sebagaimana disampaikan Kepala SDN 19 Air Salek, mekanisme tersebut perlu dikonfirmasi secara resmi oleh penyelenggara.
Penjelasan mengenai sumber pembiayaan, besaran biaya, dan komponen fasilitas menjadi penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas serta tidak terjadi kesalahpahaman mengenai pelaksanaan program peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Transparansi juga diperlukan untuk memastikan masyarakat memahami manfaat kegiatan, mekanisme pelaksanaan, serta pertimbangan yang mendasari keikutsertaan tenaga pendidik dalam program tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih membuka ruang bagi Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyuasin, serta pihak sekolah terkait untuk memberikan klarifikasi dan keterangan tambahan.
Pemberitaan ini.
Pewarta : Junaidi
Editor : Redaksi




