Diduga Terpapar Reaksi Kimia TCCA, Warga Dua Desa di Karawang Alami Sesak Napas

KARAWANG, Suarana.id – Kebocoran bahan kimia yang diduga berasal dari penyimpanan Trichloroisocyanuric Acid (TCCA) terjadi di kawasan PT Pindo Deli 2, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Kamis (29/10/2026) pagi. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah warga di Desa Kutamekar dan Desa Kutanegara mengalami gangguan pernapasan akibat bau menyengat yang tercium di lingkungan permukiman.
Kasi Humas Polresta Karawang, Ipda Muh Asim, mengatakan berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian, bahan kimia jenis TCCA ditemukan tersimpan di area luar ruangan. Selain itu, terdapat bahan kimia yang dilaporkan terjatuh atau berada di dalam saluran drainase.
Menurutnya, saat kejadian berlangsung, kondisi cuaca sedang hujan. Bahan kimia yang terkena air diduga mengalami reaksi sehingga menimbulkan bau menyengat yang menyebar ke lingkungan sekitar.
“Saat kejadian, kondisi cuaca sedang hujan. Bahan kimia yang terkena air tersebut diduga menimbulkan reaksi yang menghasilkan bau menyengat,” ujar Asim, Mengutip pernyataan Di Republika Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan, bau tersebut dirasakan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan perusahaan. Sejumlah warga yang mengalami dampak kesehatan telah mendapatkan penanganan medis di beberapa fasilitas kesehatan, di antaranya Klinik Perusahaan PT Pindo Deli 2, Klinik Desa Kutamekar, dan Rumah Sakit Rosella.
Sementara itu, jumlah pasti warga yang terdampak masih dalam proses pendataan oleh pihak perusahaan bersama pemerintah desa setempat. Pendataan tersebut dilakukan untuk memastikan jumlah warga yang membutuhkan penanganan medis sekaligus memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka.
Sebagai langkah penanganan awal, pihak perusahaan telah melakukan upaya penanganan di area terdampak, termasuk penyemprotan menggunakan mobil pemadam kebakaran milik PT Pindo Deli 2.
Selain penanganan di lokasi, perwakilan masyarakat dari Desa Kutamekar dan Desa Kutanegara dijadwalkan melakukan mediasi dengan manajemen perusahaan. Pertemuan tersebut rencananya membahas peristiwa kebocoran bahan kimia beserta dampaknya terhadap masyarakat.
Polresta Karawang, lanjut Asim, terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan penanganan kejadian berjalan dengan baik serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pemeriksaan lebih lanjut terhadap sumber kejadian, penyebab reaksi kimia, serta dampak yang ditimbulkan masih diperlukan dengan melibatkan instansi teknis yang berwenang.
Hingga laporan awal ini disusun, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitar lokasi dilaporkan masih kondusif. Sementara itu, perkembangan jumlah warga terdampak dan hasil penanganan lebih lanjut masih menunggu pendataan serta keterangan resmi dari pihak terkait.
Sumber : Berbagai Sumber




