Komentar Netizen di TikTok Mengemuka, Pelayanan Puskesmas Daya Utama Disorot

Banyuasin, Suarana.id — Polemik dugaan ketidakberesan pelayanan obat bagi pasien BPJS Kesehatan di Puskesmas Daya Utama, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terus bergulir.
Polemik ini semakin menyita perhatian publik setelah pemberitaan mengenai keluhan keluarga pasien tersebut tersebar luas dan menjadi perbincangan di media sosial TikTok. Sejumlah netizen turut menyampaikan pengalaman pribadi, keluhan, hingga desakan agar pelayanan di fasilitas kesehatan tersebut dievaluasi.
Melalui kolom komentar unggahan akun TikTok @Dadit71, sejumlah pengguna membagikan pengalaman mereka saat mengakses pelayanan kesehatan di Puskesmas Daya Utama.
Komentar tersebut memuat keluhan mengenai biaya pengobatan, sikap petugas, hingga harapan agar fasilitas kesehatan tersebut mendapat pemeriksaan menyeluruh.
Salah satu pengguna TikTok, @M Nur Salim, mengaku pernah mengalami kejadian serupa ketika berobat menggunakan BPJS Kesehatan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya tetap diminta membayar obat meskipun berstatus sebagai peserta BPJS.
“Sku dulu jg iya aku waktu b.a.b nya darah disuruh bayar obat nya cuma aku lupa berapa nominal nya aku pun heran ini makai bpjs kok di disuruh bayar obat,” tulisnya.
Komentar lain datang dari akun @pay yang menyampaikan pendapatnya mengenai perlunya audit terhadap pelayanan Puskesmas Daya Utama.
“Coba d sok terapi dulu puskesmas daya utama, lemak ny d audit,” tulisnya.
Keluhan juga disampaikan akun @ana bona 🌺. Ia menilai pelayanan petugas puskesmas kurang memuaskan, termasuk ketika dirinya meminta bantuan untuk memindahkan kepesertaan BPJS ke fasilitas kesehatan lain.
“Iya bnr x puskesmas daya utama pegawai nya judes pol minta tolong alih kan Bpjs daya utama ke caritas spk aja susah sibuk lh jaringan susah. gak sempat lh padahal kita byr per Bln itu bayar KLO yng gratis iya. ujung nya aku tgl pulang ja bikin emosi,” tulisnya.
Sementara itu, akun @hany turut mengungkapkan pengalamannya terkait sikap petugas yang dinilainya kurang ramah terhadap pasien.
“Perawatnya judes judes juga sih 😂 GX semua tapi ada beberapa 😂 korbannya GX cuman aku tapi bapakku juga sampe GX mau pake BPJS 😂 padahal dia punya,” tulisnya.
Desakan agar dilakukan evaluasi juga muncul dari akun @zdo.pngs. Ia menilai keterbukaan masyarakat dalam menyampaikan keluhan pelayanan kesehatan dapat menjadi bahan bagi instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan.
“BAGUS ADA YANG SPEAK UP, PERLU AUDIT DAN PERBAIKAN PELAYANANNYA,” tulisnya.
Pengalaman Pasien Saat Persalinan Ikut Disorot
Pengalaman lain yang turut menarik perhatian datang dari akun @afh iya. Ia menceritakan pengalamannya mendampingi istri sejak pemeriksaan kandungan hingga proses persalinan.
Menurut pengakuannya, ia sempat mendapat saran untuk membuat BPJS agar proses persalinan nantinya dapat dilakukan secara gratis. Namun, ia mengaku tetap harus mengeluarkan biaya ketika istrinya melahirkan.
“Ini cerita saya ya.
Waktu antar istri USG dokternya bilang bikin BPJS biar nanti lahiran di sini geratis.
Dan endingnya saya buat BPJS di salah 1 bidan dg harga 350k.
Tapi saat lahiran di situ ternyata bayar Rp900 katanya BPJS itu ga bisa di pake di pukesmas.
Tapi Alhamdulillah semua selamat sehat walafiat,” tulisnya.
Beragam komentar tersebut menunjukkan adanya sejumlah keluhan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius dari instansi terkait.
Dadit Junaidi




