Transformasi Pembelajaran SMP Negeri 8 Lahat, Yudi Markos Dorong Kelas Digital dan Harapkan Tambahan Ruang Belajar

LAHAT, Suarana.id — SMP Negeri 8 Lahat terus mendorong transformasi pembelajaran berbasis digital sejak Yudi Markos menjabat sebagai kepala sekolah pada Maret 2026. Selain mengembangkan inovasi pembelajaran, pihak sekolah berharap adanya penambahan ruang kelas untuk mengimbangi tingginya minat masyarakat terhadap sekolah tersebut.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalankan program SPR 8 sebagai upaya mendorong perubahan sistem pembelajaran agar lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Yudi Markos menjelaskan, saat ini SMP Negeri 8 Lahat telah menerapkan pembelajaran berbasis digital di lima ruang kelas. Fasilitas tersebut didukung bantuan dari pemerintah pusat.
Penerapan teknologi digital di ruang kelas diharapkan dapat menciptakan proses belajar mengajar yang lebih interaktif serta meningkatkan kualitas pembelajaran bagi peserta didik.
Ke depan, pihak sekolah berencana memperluas penerapan pembelajaran digital dengan menambah fasilitas serupa di tiga ruang kelas lainnya. Dengan demikian, semakin banyak siswa yang diharapkan dapat merasakan manfaat pembelajaran berbasis teknologi.
Sejak menjabat sebagai kepala sekolah, Yudi juga menyatakan komitmennya untuk menyelaraskan program pendidikan di SMP Negeri 8 Lahat dengan arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Lahat di bawah kepemimpinan bupati dan wakil bupati, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui sektor pendidikan.
Meski demikian, upaya meningkatkan mutu pembelajaran masih dihadapkan pada keterbatasan ruang belajar. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian pihak sekolah di tengah meningkatnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka di SMP Negeri 8 Lahat.
Menurut Yudi, sekolah tersebut memperoleh pengecualian terkait ketentuan jumlah peserta didik, sehingga kapasitas satu rombongan belajar dapat mencapai 32 siswa.
Tingginya minat masyarakat dinilai menjadi hal positif bagi sekolah. Namun, peningkatan jumlah peserta didik perlu diimbangi dengan ketersediaan ruang kelas serta sarana dan prasarana yang memadai agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara optimal.
Atas kondisi tersebut, Yudi berharap Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Dinas Pendidikan dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan penambahan ruang kelas pada tahun mendatang.
Menurutnya, dukungan infrastruktur pendidikan menjadi faktor penting untuk menunjang keberlanjutan inovasi pembelajaran yang telah dirintis sekolah. Ketersediaan ruang belajar yang memadai juga diperlukan agar kebutuhan peserta didik dapat terakomodasi dengan baik.
Transformasi yang dilakukan SMP Negeri 8 Lahat menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya membutuhkan inovasi metode pembelajaran, tetapi juga dukungan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Sinergi antara pihak sekolah, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat diharapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Lahat. Dengan dukungan tersebut, modernisasi pembelajaran diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan sarana pendidikan dan pemerataan akses belajar yang layak bagi seluruh siswa.
Pewarta : Syahrial
Editor : Redaksi




